Saturday, September 10, 2011

Titik-titik di atas kertas

Kalau saja titik-titik yang kosong itu bisa kau isi.
Bukan, kalau yang itu bukan salahmu,
memang tidak semua orang bisa melihat titik-titik itu kok.

Tapi rasanya kau memang penipu, iya.. kamu.
Aku tertipu saat kamu mengambil pensil di sebelahku,
aku pikir selanjutnya kau akan memakainya untuk mengisi titik-titik itu,
eh, ternyata hanya kau gunakan untuk pemberat kertas agar kertas itu tidak terbang, tertiup angin.

Aku tidak bisa mengerti jalan pikiranmu.
Untuk apa kau menjaga kertas itu agar tidak terbang hilang saja bersama angin?
Toh tidak ada gunanya lagi ia di atas meja ini.
Itu hanya kertas buram yang penuh dengan coret-coretan, kalimat yang tidak terselesaikan,
dan.. ya.. titik-titik itu tadi.

Kamu kan tidak mampu mengisi (bahkan melihat) titik-titiknya, ya jadi biarkan saja kertas itu terbang.
Siapa tahu, suatu pagi tetangga sebelah yang sedang menyapu halaman menemukan kertas itu.
Mungkin juga, malahan si tetangga itulah yang mampu mengisi titik-titik itu,
dengan tepat.


Love,
dee





No comments:

Post a Comment